
Canggot Bara
Gamelan Tradisional Lampung
Deskripsi
Canggot Bara adalah tarian adat Lampung yang menggambarkan kegembiraan dan suka cita muda-mudi Pakuon Agung. Tarian ini menampilkan interaksi antara Muli (gadis) dan Meghanai (pemuda) dalam suasana yang penuh keceriaan dan norma adat.
Sejarah & Asal-Usul
Canggot merupakan istilah yang merujuk pada tradisi pergaulan dan seni pertunjukan muda-mudi dalam budaya Pakuon Agung. Tradisi ini sudah ada sejak berabad-abad lalu sebagai sarana interaksi sosial yang diatur oleh norma adat.
Makna Budaya
Canggot Bara mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, sopan santun dalam pergaulan, dan keindahan interaksi antara muda-mudi Lampung yang diatur dalam koridor adat istiadat. Kata 'Bara' bermakna kegembiraan atau suka cita.
Fungsi & Penggunaan
Ditampilkan dalam perayaan adat, penyambutan tamu agung, festival budaya, dan acara-acara resmi sebagai representasi budaya Pakuon Agung.
Tahapan Pertunjukan
Pembukaan: Meghanai memasuki arena, berjalan dengan langkah tegap penuh wibawa
Penyambutan: Muli memasuki arena dengan langkah anggun, disambut oleh Meghanai
Interaksi Pertama: Gerakan saling menyapa dan memperkenalkan diri melalui bahasa gerak
Puncak Tarian: Gerakan penuh dinamika yang menggambarkan kegembiraan bersama
Penutup: Gerakan saling berpamitan dengan penuh hormat sesuai adat
Gerakan Dasar
Video Dokumentasi

Galeri Foto



Informasi Detail
6-12 orang, terdiri dari pasangan Muli dan Meghanai dalam jumlah seimbang.
Muli mengenakan busana Muli lengkap dengan hiasan kepala, sementara Meghanai mengenakan Busana Adat Pakuon Agung dengan ikat kepala (detar).
Talo Balak, Talo Balak, Bende, dan vokal serta gitar gambus.